Masih PPKM, Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Cibingbin Mengalami Kenaikan Harga

Pewarta : Jamaludin Al Afghani | Editor : Nurul Ikhsan

Fajarkuningan.com, Cibingbin - Beberapa bahan pokok yang dijual pedagang di pasar Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin dalam satu pekan ini mengalami kenaikan harga.

Menurut beberapa pedagang yang ditemui Fajarkuningan.com, Minggu (5/9/2021) mengatakan, kenaikan harga beberapa bahan pokok terjadi karena berkurangnya pasokan barang, kebijakan dari produsen barang, dan adanya pemberlakuan PPKM di Kabupaten Kuningan.

Bahan pokok yang mengalami kenaikan harga antara lain minyak goreng curah, tomat, bawang putih, daging ayam dan kelapa.

Minyak goreng dari harga sebelumnya Rp10.000/kg kini Rp17.000/kg. Harga tomat sebelumnya Rp4.000/kg kini Rp5.000/kg, harga bawang putih sebelumnya Rp25.000/kg kini Rp28.000/kg. Daging ayam sebelumnya Rp30.000/ekor kini Rp34.000/ekor. Kelapa per butir belum dikupas sebelumnya Rp4.000/butir kini Rp5.000/butir.

Ibu Juniti salah satu pedagang sayuran dan bumbu masak saat ditemui di kios usahanya mengatakan, kenaikan harga beberapa bahan pokok sudah terjadi dalam satu pekan ini. Menurutnya, kenaikan harga diakibatkan pasokan sayur dari petani atau bahan pokok dari pihak distributor jumlah kuotanya tidak banyak, sehingga menurutnya harga jadi naik karena barang sedikit.

Ibu Juniti pedagang Sayuran di Pasar Desa Cibingbin. Foto : Fajarkuningan.com/Jamaludin Al Afghani

Faktor lain ditambahkan Juniti, karena naiknya biaya transportasi pengiriman. Kenaikan beberapa bahan pokok yang dijual di pasar dikeluhkan pedagang dan konsumen.

“Ya Mas, beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga. Harga-harga pada naik dikeluhkan juga sama pelanggan kami. Tapi mau gimana lagi, karena masih pandemi dan PPKM harga-harga jadi ikut naik. Masih mending pasar sudah mulai ada pembeli lagi. Sebelumnya sepi banget karena PPKM,” ungkap Juniti.

Hal senada disampaikan Ibu Yati, pedagang kelapa dan pisang. Ia mengatakan, kenaikan harga juga terjadi di kelapa. Menurutnya kenaikan harga kelapa karena naiknya biaya transportasi pengiriman. Kenaikan Rp1000 menurut Yati juga dikeluhkan pelanggannya.

Ibu Yati pedagang Kelapa dan Pisang di Pasar Desa Cibingbin. Foto : Fajarkuningan.com/Jamaludin Al Afghani

“Harga kelapa yang naik 1000 dikeluhkan pelanggan saya. Saya sampaikan juga ke mereka naiknya harga kelapa terjadi juga di pasar lain. Saya berharap harga kembali normal dan pasar kembali ramai sediakala,” tuturnya.

Selama pandemi dan pemberlakuan PPKM menurut pedagang sangat mempengaruhi penjualan di pasar. Baru satu minggu ini pasar di Cibingbin mulai normal. Sebelumnya sangat sepi pembeli karena ada penyekatan jalan saat PPKM.

Sepinya pasar juga dikeluhkan Subhan, pemilik kios yang menjual aneka barang. Ia mengatakan, beberapa barang yang dijualnya seperti berbagai jenis bumbu masak mengalami kenaikan harga. Dikatakan Subhan, kenaikan harga bumbu kemasan ditetapkan dari pihak perusahaan produsen bumbu.

Bapak Subhan pedagang barang kelontongan di Pasar Desa Cibingbin. Foto : Fajarkuningan.com/Jamaludin Al Afghani

“Ya, beberapa bahan pokok di pasar ini harganya pada naik. Beberapa jenis bumbu masak kemasan juga ikut naik harga. Ditambah lagi pasar masih sepi pembeli. Masih jam 9 pagi saja pasar sudah sepi pembeli. Semoga pandemi berakhir dan pasar kembali normal,” pungkasnya. ***

By Jamaludin Al Afghani

Ketua Karang Taruna Desa Galaherang, Kecamatan Maleber ini gandrung dengan kegiatan alam bebas. Mendaki gunung, berkemah dan menjelajah desa-desa menjadi hobinya sejak lama. Mahasiswa Pascasarjana Universitas Kuningan ini juga tertarik dengan isu-isu lingkungan hidup, selain isu-isu humaniora. Katanya, ia bangga menjadi orang desa yang ingin desanya maju, pemudanya berdaya, dan rakyatnya sejahtera. Gani bisa diintip aktivitasnya di instagram @afghani94.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya