Penyakit Aneh Serang Ternak Sapi di Mulyaasih Desa Puncak, Sapi Alami Kelumpuhan dan Mulut Berbusa

Pewarta : Adam Gumelar | Editor : Nurul Ikhsan

Fajarkuningan.com, Cigugur – Wabah penyakit aneh menyerang hewan ternak sapi milik warga di Dusun Mulyaasih 1 dan 2, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Warga yang hewan ternaknya terjangkit virus yang sudah berlangsung sepekan ini mendapati kerugian banyak, mulai dari pendapatan susu yang berkurang hingga penjualan ternak sapi turun drastis.

Belum diketahui jenis penyakit yang menyebabkan sapi-sapi tersebut lumpuh dan mengeluarkan busa dimulutnya. Menurut informasi dari warga yang juga peternak yang enggan disebutkan namanya, baru diketahui kurang lebih hampir 10 ekor yang sudah mengalami kelumpuhan.

BACA JUGA : Ternak Sapi di Mulyaasih Desa Puncak Diserang Penyakit Aneh, Ini Penjelasan Kades

Sapi terkena penyakit yang mengakibatkan kelumpuhan. FOTO: Fajarkuningan.com/IST.

“Ya kurang lebih 10 ekor, ada yang gak bisa berdiri, mulutnya berbusa bahkan sampai lidahnya putus, kami disini juga secara rutin memberikan penanggulangan penyakit terhadap sapi-sapi kami,” ungkapnya, Sabtu (4/6/2022).

Kepala Desa Puncak, Mustofa, S.TP mengatakan, keberadaan penyakit yang menyerang ternak sapi di wilayahnya jika dibiarkan dan tidak segera ditangani bisa meluas dan akan merugikan peternak.

Kepala Desa Puncak, Mustofa, S.TP. FOTO: Fajarkuningan.com/IST.

“Adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Dusun Mulyaasih, Desa Puncak, memang sangat berpengaruh terhadap sektor perekonomian, khususnya bagi pedagang ternak juga peternak sendiri, namun hal ini berimbas terhadap semua masyarakat,” kata Kades Puncak saat dikonfirmasi Fajarkuningan.com dari Kantor Berita Kuningan, Selasa (7/6/2022).

BACA JUGA : Warga Mulyasih Desa Puncak Gotong Royong Perbaiki Jalan Menuju Wisata Cidadali

Lebih lanjut Kades Mustofa menjelaskan, PMK yang menyerang ternak sapi disinyalir awalnya ada satu orang pedagang plus peternak mendatangkan sapi dari luar daerah tepatnya dari Kabupaten Garut, ternyata sapi tersebut dibeli oleh salah satu warga. Setelah 3 hari dari pembelian, sapi teraebut terjangkit penyakit mulut dan kuku.

Petugas melakukan penyemprotan untuk meminimalisir penyebaran virus yang menyerang ternak sapi di Dusun Mulyaasih. FOTO: Kuninganpos.com/IST.

Atas kejadian tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan turun langsung ke lapangan, dan mendatangi pedagang sapi tersebut dengan memberikan arahan serta himbauan/peringatan agar kedepanya selama PMK belum reda/selesai tidak diperbolehkan menjual dan membeli sapi keluar keluar maupun dari luar daerah.

Kepala Desa Puncak bersama kelompok peternak dan pihak dinas terkait mengedukasi masyarakat agar terus melakukan pengobatan dan pemeriksaan ternak.

“Ya kami dari pihak pemerintah desa mencari solusi dan terus memberikan himbauan agar sapi-sapi tersebut diperiksa dan segera diberikan pengobatan agar penyakitnya tidak menular ke yang lain,” terang Kades.

“Kami juga sesuai arahan dari pihak dinas dan Camat Cigugur untuk terus melakukan upaya penanggulangan dengan adanya lockdown serta penjagaan di pintu pos jalan mulyaasih selama 24 jam untuk terus memeriksa dan memberikan pelayanan secara intens. Ini semua kami lakukan hanya demi menyelamatkan peternak yang ada di wilayah dusun Mulyaasih 1 dan 2,” jelasnya saat dikonfirmasi.

By Adam Gumelar

Aktivis lingkungan hidup ini terus bergerak untuk mencipta perubahan, untuk semesta alam tak rusak. Hobinya menanam pohon. Katanya, ia akan berhenti bergerak kalau teringat aroma kopi. Ya, Adam penikmat kopi sejati. Bergabung di Kantor Berita Kuningan (KBK) kata Adam seperti berada bangku sekolah yang tugasnya belajar, menulis dan dilatih peka. Selain memperkuat redaksi, cowok gede heureuy asal desa Puncak, Cigugur ini juga bergabung di Yayasan Wahana Mangrove Indonesia (WAHMI) dan Teman Sejalan Green Backpacker.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya