Massa Unjuk Rasa Tuntut Audit Kinerja dan Minta Direktur PDAU Kuningan Lepas Jabatan

Pewarta : Jamaludin Al Afghani | Editor : Nurul Ikhsan

Fajarkuningan.com, Cirendang – Hari ini sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Kuningan Bersatu (Gemasku Bersatu) melakukan aksi unjuk rasa “Kuningan Menggugat PDAU” di halaman kantor Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) yang terletak di wilayah Cirendang, Senin (27/9/2021).

Pantauan Jurnalis Kantor Berita Kuningan (KBK) yang meliput langsung di lokasi, aksi unjuk rasa yang yang diikuti lebih dari 40 orang dimulai pukul 10.00 hingga selesai pukul 13.30 WIB berjalan cukup tertib. Aksi unjuk rasa mendapat pengawalan petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan dan sejumlah aparat Kepolisian dari Polres Kuningan, TNI dan Satpol PP.

BACA JUGA : Besok Sejumlah Elemen Masyarakat Akan Gelar Unjuk Rasa “Kuningan Menggugat PDAU”

Massa aksi unjuk rasa menyampaikan sikap yang berisi menyoroti kinerja PDAU. Gemasku Bersatu menilai pihak pengelola PDAU tidak mampu mengurus perusahaan plat merah milik Pemkab Kuningan tersebut. Bahkan, manajemen PDAU dianggap hanya membebani kas daerah tanpa mampu menghasilkan kontribusi kinerja yang diharapkan dalam mengelola semua lini bisnis di PDAU, khususnya mengelola bisnis di sektor pariwisata yang menjadi program kerja prioritas Pemkab Kuningan.

Nabil, Koodinator lapangan aksi unjuk rasa Kuningan Menggugat PDAU saat menyatakan sikap. Foto: Kuninganpos.com/Adam Gumelar

Massa aksi juga membentangkan sejumlah spanduk yang berisi pernyataan sikap yang ditujukan kepada manajemen PDAU. Di salah satu spanduk, pihak pengunjuk rasa menuding PDAU hanya tempat parkir dan numpang hidup mantan plat merah.

BACA JUGA : Potret Warga Tak Tersentuh Bansos Rutilahu, Rumah Bilik Nyaris Roboh

Atas kinerja PDAU yang dianggap tidak profesional, Gemasku Bersatu juga menuntut PDAU segera di audit kinerja, mereshufle karyawan PDAU, mendorong PDAU segera di pansuskan, dan menuntut Direktur PDAU mundur dari jabatannya.

Aksi unjuk rasa mendapat tanggapan langsung dari Bupati Kuningan, Acep Purnama. Ia menyampaikan tanggapannya melalui sambungan telepon yang dihubungkan ke pengeras suara di lokasi aksi unjuk rasa. Bupati Acep mengatakan akan melakukan audit kinerja terhadap pengelolaan PDAU dengan melibatkan lembaga audit yang profesional dan independen.

Salah satu spanduk yang berisi sejumlah tuntutan dari aksi unjuk rasa Kuningan Menggugat PDAU. Foto: Kuninganpos.com/Jamaludin Al Afghani

”Sesuai dengan saran kawan-kawan, kami akan melakukan audit oleh sebuah lembaga audit yang profesional dan independen untuk kinerja PDAU,” ujar Acep.

Terkait tuntutan dari aksi unjuk rasa, Acep meminta waktu untuk melakukan pembenahan PDAU hingga akhir Desember tahun ini.

Mendengar pernyataan dari Bupati, Koordinator Lapangan, Nabil merasa keberatan dengan limit waktu yang diberikan. Nabil berharap tuntutan ini segera direalisasikan dalam kurun waktu satu bulan. Apabila melewati batas waktu tersebut, pihaknya akan kembali melakukan aksi susulan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Nabil sendiri berharap agar segera melakukan pembenahan pada PDAU dari mulai hulu ke hilir yang dianggapnya sudah kurang sehat.

”Ada beberapa poin yang kita sampaikan salah satunya adalah pembenahan di dalam PDAU sendiri yang kurang sehat dan PDAU sendiri harus di nol kan dalam artian harus betul betul orang fresh semua dari mulai hulu kehilir,” imbuh Nabil.

Aksi tersebut tidak dihadiri direktur PDAU Nana Sutisna. Nana dikabarkan sedang mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak dapat menemui dan menanggapi langsung aksi dari peserta unjuk rasa.

Agus, salah satu karyawan PDAU saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: Kuninganpos.com/Jamaludin Al Afghani

Salah satu Karyawan PDAU, Agus menyampaikan pihaknya akan menindak lanjuti masalah ini serta mencari jalan keluar.

”Tuntutan dari teman-teman ini akan kami sampaikan bahkan harus disampaikan, akan kami diskusikan dan mencari jalan keluarnya,” ujar Agus.

___
Berita lain di KuninganTV :

By Jamaludin Al Afghani

Ketua Karang Taruna Desa Galaherang, Kecamatan Maleber ini gandrung dengan kegiatan alam bebas. Mendaki gunung, berkemah dan menjelajah desa-desa menjadi hobinya sejak lama. Mahasiswa Pascasarjana Universitas Kuningan ini juga tertarik dengan isu-isu lingkungan hidup, selain isu-isu humaniora. Katanya, ia bangga menjadi orang desa yang ingin desanya maju, pemudanya berdaya, dan rakyatnya sejahtera. Gani bisa diintip aktivitasnya di instagram @afghani94.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainnya